Puisi Joko Pinurbo
Minggu Biru
ia muncul di depan rumah,
meniup lampu yang masih menyala di beranda
dan menjamah kucing
yang tidur total di depan pintu.
”Semalam kudengar ngeongmu
dalam sajak gelap yang diobrak-abrik insomnia.
Kini aku menemukanmu
sedang nyenyak di luar kata.”
Ia membuka payung,
membuka hatinya yang suwung,
dan berjalan menyusuri lorong di tengah hujan,
kucingnya yang biru
lelap dalam dekapan.
”Ini kucingku,” katanya kepada anjing bin asu
yang melolong di tikungan.